Memang susah. Apalagi zaman sekarang. Yang berusaha jujur pun, terkadang akan tergiur untuk berbuat tidak jujur.
Saya? Terus terang bukan orang yang 100% bisa jujur. Ya, dalam proses....
Posted at 11:55 pm by
hasan_sunarto
Mmm, ternyata ya.....
Satu hal pernah terungkap, "Saya hendak berhenti untuk mengikuti berbagai kegiatan di Kampus atau organisasi, kecuali belajar dan belajar". Memang tersadar melihat kondisi badan yang disarankan untuk beristirahat yang cukup, cukup banyak.
Wow, ternyata ungkapan di atas, saya langgar sendiri. Entah, ternyata kehidupan kampus tanpa adanya kehidupan organisasi, rasanya begitu hampa. Ya monoton dan statis, gak ada pergerakan yang hebat dan menghebohkan. Terlebih lagi, rekan-rekan berusaha menyeret-nyeret agar saya ikut dalam kepengurusan BEM, yang terbukti tanpa persetujuan saya, saya pun dijadikan kandidat calon Ketua BEM. Weleh-weleh.
Ya, organisasi oh organisasi, akhirnya ada suatu kekangenan dalam hati. Saya mulai bergerak kembali, tidak lupa mengajak beberapa rekan. Oh ya, upaya pertama yang dilakukan adalah menggerakkan kembali LDK Al-Kaaffah. LDK yang terasa hampa, tanpa pergerakan. Gebrakan pun dibuat, Kajian 2 in 1 pun terlahir.
Nah loh, dari sini ternyata 'menyeret' saya untuk 'terjerumus' ke dalam organisasi lain. Sengaja atau tanpa sengaja, saya hanya berusaha menyelami perasaan orang-orang dalam suatu organisasi, yang pada gilirannya bisa diajak untuk meramaikan Kajian 2 in 1.
Okay....SEMOGA TerJaga keIstiqomahan....Aamiiinn...
Posted at 11:16 pm by
hasan_sunarto
Aksi Cinta Persembahan Mahasiswa
Kalimat tersebut merupakan potongan kalimat terakhir dari surat Al-Baqoroh ayat 183, yang terjemahannya kurang lebih, "Agar kalian bertaqwa". Mmm, menjadi orang yang Taqwa, memang satu hal diharapkan setelah satu bulan penuh melaksanakan ibadah Shaum Ramadlan.
Tapi kiranya perlu kita merenung kembali, bahwa Taqwa ini bukanlah sebuah produk akhir, namun kiranya Taqwa adalah sebuah proses yang senantiasa berkesinambungan dan berlangsung terus menerus.
Kitapun mengerti ketika melihat kalimat yang dirangkaikan oleh Sang Kholiq, 'Tattaquun'. Kaidah bahasa arab kurang lebih menyatakan, ini merupakan kalimat mudhori' yang menunjukkan kalimat itu sedang dan atau akan dilaksanakan. Sehingga memang Taqwa harus terus berlangsung hingga memang Sang Kholiq menghentikan detak jantung yang kini sedang berdegup.
Oleh karenanya, ketika Ramadlan berlalu dan Idul Fitri pun datang, tidak hanya kebahagiaan fisik saja yang mestinya kita rasakan dengan mencoba mendandani dengan hal-hal yang serba baru. Kiranya kita pun perlu terus memperbaharui ketaqwaan kita setiap detik, menit, jam, hari, minggu, bulan dan tahunnya.
Taqobbalallahu Minnaa wa Minkum. Shiyamanaa Shiyamakum.
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1427 H. Mohon Maaf Lahir dan Batin.
Posted at 12:47 pm by
hasan_sunarto